🔴 MASALAH
Tahu yang Benar, Tapi Tetap Salah. Kenapa kita melakukan yang salah?
Kamu tahu itu salah. Tapi tetap kamu lakukan.
Dan setelahnya—kamu menyesal. Tahu yang benar tapi tetap salah.
Ini bukan soal kurang ilmu.
Masalahnya adalah siapa yang sedang memegang kendali dalam dirimu.
Di dalam diri kita ada tiga komponen yang bertali temali. Itulah akal, nafs dan hati.
Akal adalah piranti yang bertugas menilai sesuatu secara objektif. Tanpa basa-basi.
Akal tahu mana yang benar. Ia menalar sesuai dengan referensi-referensi yang ada dan tersimpan di memori. Objektivitas akal tak perlu diragukan.
Namun, kenapa saat kita tahu mana yang benar, tetapi tetap melakukan hal yang salah? Tahu yang benar tapi tetap salah. Mengapa?
Melakukan hal yang salah atau benar adalah akumulasi dari “perdebatan” tiga anasir tadi. Akal, nafs dan hati.
Nafs berperan penting dalam pengambilan keputusan. Sebab nafs adalah fitur dalam diri manusia yang menjadikannya punya keinginan, hasrat, passion.
Bila nafs tak terkendali, ia bisa menjadi faktor penghambat. Kalau nafs dalam kendali, ini adalah faktor pendorong.
Sedangkan hati adalah fitur yang condong pada kebenaran. Hati adalah penentu akhir pengambilan keputusan dan tindakan.
Di dalam ilmu tasawuf, hati atau qalb adalah pusat spritual manusia. Pusat batin.
Nafs menarik pada keinginan
Saat akal tahu dan hati setuju, tapi nafs lebih kuat—
kamu tetap melakukannya.
Jadi masalahnya bukan “tidak tahu”.
Masalahnya adalah ketidakseimbangan di dalam dirimu. Yakni saat nafs mengatakan “iya”, akal memberi referensi objektif, namun hati bisa mengatakan “tidak”. Atau sebaliknya.
Contoh kongkrit. Tidak ada orang yang membantah bahwa mengkosumsi narkoba merusak tubuh. Akal pasti mengatakan “tidak” pada narkoba. No drug!
Namun, nafs mempengaruhi. Karena ada keinginan untuk fly–mabuk, separoh mabuk–nafs mengatakan “iya”.
Hatilah benteng terakhir. Jika hati pun mengatakan “iya”, maka saat itu juga terjadilah hal; tahu yang benar tapi tetap salah.
Penutup (link):
Baca juga: Perbedaan Akal, Hati, dan Nafs
Ingin lihat lebih banyak, baca:
-> Ensiklopedia Algoritma Takdir Universe
-> Peta Batin.
