Pelan Itu Bukan Kalah
Kita hidup di dunia yang memuja kecepatan.
Siapa cepat, dia dianggap berhasil.
Siapa lambat, seringkali dianggap tertinggal.
Pelan itu bukan kalah.
Karena, tidak semua hal perlu diselesaikan dengan cepat.
Ada perjalanan yang justru rusak
ketika dipaksakan terburu-buru.
Pelan bukan berarti kalah.
Pelan adalah cara agar kita tetap utuh.
Dengan berjalan pelan,
kita masih sempat melihat,
merasakan,
dan memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Kalau hidup terasa terlalu cepat,
mungkin kamu tidak perlu mengejarnya.
Cukup berjalan dengan ritmemu sendiri.
Untuk langkah-langkah kecil yang bisa kamu rasakan setiap hari,
kamu bisa membaca thoughtte.
Kalau ingin melihat bagaimana arah hidup terbentuk dari pilihan-pilihan kecil,
lanjutkan ke Peta Batin, atau ke Jalan Takdir.
Dan jika kamu ingin berhenti sejenak,
tanpa harus memahami apa-apa,
Ruang ini akan selalu mengantarmu kembali—
atau perlahan menuju Surau Nalareka.
