Kamu sering bertanya,
“kenapa aku begini?”
Tapi jarang benar-benar berhenti untuk merasa.
Kamu terbiasa mencari penjelasan—
padahal yang kamu butuhkan bukan selalu jawaban.
Kadang, yang kamu butuhkan
hanya kejujuran terhadap rasa yang sedang hadir.
Coba diam sebentar.
Bukan untuk berpikir.
Tapi untuk benar-benar merasakan.
Apakah itu lelah?
Atau kecewa yang belum sempat diakui?
Apakah itu takut?
Atau hanya pikiran yang terlalu ramai?
Tidak semua rasa harus diberi nama.
Tapi setiap rasa layak diberi ruang.
Pelan saja. Kamu tidak harus langsung mengerti.
