
Tentang Nalareka
Ada hal yang ingin kita dengar pelan—
bukan dijelaskan, tapi dirasakan.
Nalareka bukan sekadar membaca,
melainkan ruang untuk kembali:
ke diri, ke yang sering kita abaikan.
Tulisan di sini bukan memberi jawaban,
tapi menemani.
Tak semua yang dicari harus ditemukan—
sebagian cukup disadari.
Nalareka hidup dari siapa saja
yang memilih untuk tidak mengabaikan rasa.
—

Taufik Effendi