teisme

Red Flag

teisme

Red Flag Read More »

Hati-Hati Red Flag! Hari ini manusia semakin mudah menilai orang lain. “Dia toxic.” “Red flag banget.” “Manipulatif.” “Gaslighting.” “Cringe.” “Cap.” Istilah-istilah baru terus muncul. Sebagian memang membantu manusia mengenali hubungan yang tidak sehat. Tetapi ada satu bahaya baru di zaman modern: manusia terlalu sibuk mencari red flag di luar… sampai lupa memeriksa red flag di […]

Vibe; Itu Kata Siapa?

teisme

Vibe; Itu Kata Siapa? Read More »

Vibe; Itu Kata Siapa?   Vibe; Itu Kata Siapa? Gen Z punya banyak istilah baru: vibes, delulu, red flag, green flag, crush, situationship, canon event, healing, dan lain-lain. Bahasa berubah. Istilah berubah. Cara manusia mengekspresikan diri juga berubah. Tetapi satu hal tetap sama: manusia tetap sedang berusaha memahami isi batinnya sendiri. Hari ini orang bilang:

Hang Out

teisme

Hang Out Read More »

Hang Out; Kebutuhan Atau Kekosongan? Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Karena itu, berkumpul, berbicara, tertawa, dan mencari kebersamaan adalah bagian dari fitrah. Dalam kadar tertentu, hang out adalah kebutuhan jiwa. Namun persoalannya bukan pada aktivitasnya. Persoalannya ada pada niat dan kondisi batin di baliknya. Ada orang keluar rumah untuk: menyambung silaturahmi, menjaga kewarasan, berbagi cerita,

Lengang di Keramaian

teisme

Lengang di Keramaian Read More »

Lengang di Keramaian Seharian ini aku hadir pada empat acara berbeda. Mulai sedari pukul 08.30 WIB hingga pukul 15.45 WIB. Bukan, bukan tentang acaranya yang telah selesai itu yang akan aku ceritakan. Melainkan tentang makna. Acapkali kita berada pada suatu forum, atau hal-hal yang sifatnya komunal, namun pikiran bukan di situ. Badan duduk di ruangan,

Scroll, scroll; tetiba dompet menangis!

teisme

Scroll, scroll; tetiba dompet menangis! Read More »

Scroll, scroll; tetiba dompet menangis! Manusia modern mungkin satu-satunya makhluk yang bisa merasa “cuma lihat-lihat”… lalu tiba-tiba paket datang tiga hari berturut-turut. Scroll media sosial awalnya hanya ingin mencari hiburan kecil setelah lelah bekerja. Tapi algoritma ternyata lebih mengenal kelemahan manusia dibanding manusia mengenal dirinya sendiri. Sedikit video lucu, sedikit racun outfit, sedikit flash sale,

Scroll, scroll; ujungnya kemana?

teisme

Scroll, scroll; ujungnya kemana? Read More »

Scroll, scroll; ujungnya ke mana? Kita hidup di zaman ketika jempol manusia bergerak lebih aktif daripada batinnya sendiri. Pagi membuka layar, siang menatap notifikasi, malam tenggelam dalam video pendek tanpa ujung. Kita terus bergerak, terus melihat, terus menerima rangsangan demi rangsangan; tetapi anehnya, semakin banyak yang masuk ke kepala, semakin sulit kita memahami apa yang

Takdir

teisme

Takdir Read More »

TAKDIR Seberapa besar peluang kita meraih… atau justru menolaknya? Manusia sering mengira takdir itu seperti rel tunggal: lurus, kaku, tak bisa dibelokkan. Padahal hidup terasa jauh lebih rumit dari itu. Di satu sisi, kita percaya Tuhan telah mengetahui segalanya. Namun di sisi lain, kita diberi akal untuk berpikir, hati untuk meyakini, dan nafsu untuk memilih.

Raso; Teknologi Hub

teisme

Raso; Teknologi Hub Read More »

Raso, Teknologi Hub dalam Diri Manusia Dalam dunia komputer, ada yang disebut hub. Tugasnya sederhana: menghubungkan berbagai bagian agar bisa saling berkomunikasi. Kalau hub rusak, sistem mulai kacau. Data tidak tersampaikan dengan benar. Respons jadi lambat. Kadang satu bagian bekerja sendiri tanpa sinkron dengan bagian lain. Dan semakin aku mencoba memahami manusia, semakin aku merasa:

Tasawuf – Teisme

teisme

Tasawuf – Teisme Read More »

Tasawuf Itu Tidak Rumit, yang Rumit Itu Ego Kita Kalau mendengar kata tasawuf, sebagian orang langsung membayangkan: istilah Arab yang berat, kitab tebal, pembahasan langit, atau dunia yang terlalu jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal semakin aku mencoba memahami tasawuf, semakin aku merasa: Tasawuf sebenarnya sangat sederhana. Yang rumit sering kali bukan ajarannya— tetapi ego manusia

Pengantar Teisme

teisme

Pengantar Teisme Read More »

TEISME — Saat Batin, Akal, dan Kehidupan Sehari-Hari Mulai Bicara dengan Bahasa yang Sama Ada masa ketika aku merasa bahwa banyak hal penting dalam hidup sebenarnya saling terhubung—tetapi dibicarakan dengan bahasa yang berbeda-beda. Agama berbicara dengan istilah syariat, hakikat, dan makrifat. Psikologi berbicara tentang emosi, trauma, kesadaran, dan perilaku. Filsafat berbicara tentang logika, makna, dan